Jakarta (Humas MTs Negeri 14 Jakarta Timur) — Semangat kompetisi dan sportivitas mewarnai Lomba Badminton tingkat Madrasah Aliyah (MA) dalam ajang Jakarta Madrasah Competition (JMC) 2026, Selasa (15/9/2026), di Aula Prof. Dr. KH. Saifuddin Zuhri, Jakarta. Para murid madrasah dari berbagai MA di DKI Jakarta menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah persaingan yang berlangsung penuh semangat.

JMC 2026 menjadi ruang bagi murid madrasah untuk mengembangkan potensi sekaligus mengukur kemampuan melalui kompetisi. Di cabang badminton, setiap pertandingan tidak hanya menuntut ketepatan teknik dan strategi, tetapi juga konsentrasi, ketangguhan mental, serta kesiapan menghadapi berbagai situasi selama pertandingan.

Di balik persaingan tersebut, nilai sportivitas tampak dalam sikap para pemain. Sebelum dan sesudah pertandingan, para pemain saling bersalaman dan memberikan penghormatan kepada lawan. Sikap serupa juga ditunjukkan kepada pelatih dari tim lawan, sebagai bentuk penghargaan atas proses dan perjuangan yang telah dilakukan bersama.

Bagi murid madrasah, sikap tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman berkompetisi. Kemenangan tidak membuat seseorang lebih tinggi dari lawannya, sementara kekalahan bukan alasan untuk kehilangan rasa hormat. Setiap pertandingan justru menjadi kesempatan untuk belajar menerima hasil, mengendalikan emosi, dan tetap menjaga persaudaraan.

Arena pelombaan badminton Jakarta Madrasah Competition 2026

Salah satu peserta putri dari MAN 25 Jakarta yang berhasil meraih kemenangan pada babak kedua mengaku senang dapat mengikuti JMC 2026. Menurutnya, ajang ini menjadi wadah bagi murid madrasah untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka kesempatan meraih prestasi melalui bidang olahraga.

“Senang sekali bisa menang di babak kedua. JMC menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan mendapatkan pengalaman bertanding dengan peserta dari madrasah lain,” ujarnya.

Ia mengatakan latihan rutin menjadi salah satu kunci keberhasilannya dalam menghadapi pertandingan. Persiapan tersebut membantunya tampil lebih percaya diri dan menjaga fokus selama permainan. Ia berharap dapat terus melaju ke babak berikutnya dan memberikan hasil terbaik bagi madrasahnya. “Saya rutin latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Harapannya bisa terus melaju ke babak berikutnya dan membawa nama baik madrasah,” tuturnya.

Semangat tersebut sejalan dengan ikhtiar madrasah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki akhlak dalam setiap sikapnya. Melalui JMC 2026, murid belajar bahwa kemampuan dan karakter perlu berjalan beriringan: berjuang meraih kemenangan dengan sungguh-sungguh, tetapi tetap rendah hati ketika berhasil dan lapang dada ketika menghadapi kekalahan.

Pada akhirnya, JMC 2026 bukan semata tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi ruang bagi murid madrasah untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, dan mempraktikkan nilai-nilai yang dipelajari di madrasah. Dari lapangan badminton, mereka belajar bahwa prestasi dapat diraih tanpa mengesampingkan akhlak, dan persaingan dapat berjalan bersama sikap saling menghargai dan menghormati.